Ini Maunya Perawat (Jawaban dari keresahan dr. Handri)

senyum PerawatAss. Kak bagaimana Jika 15 hari kedepan UU keperawatan tidak di Sah kan apa kita harus mogok, saya sedikit tersentak membaca SMS dari sejawat yang tinggalnya di daerah terpencil yang  jaraknya lebih dari  100 km dari Ibu Kota Kabupaten  dalam pesan singkat ini ada rasa ke khawatiran sejawat untuk meninggalkan tugas mulianya walau hanya 1 menit tidak ada Tendensius memikirkan materi, tidak ada rasa iri melihat “Mitra”-nya (walaupun baru selesai pendidikan) yang dengan acuh setelah menulis resep pergi  dengan Mobil keluaran terbarunya namun keinginan kuat untuk memberikan yang terbaik untuk melayani kliennya yang butuh perawat-an yang butuh keikhlasan seperti orang tua menyayangi anaknya, seperti rumah melindungi penghuninya  dan nilai ini tidak akan tergantikan dengan pemberian apapun.

Dibalik itu semua kebutuhan masyarakat di daerah terhadap pelayanan kesehatan masih tidak tercukupi dengan hanya  mendirikan Puskesmas  atau Poskesdes yang nota bene masih kekurangan tenaga kesehatannya baik Perawat, Bidan ataupun Dokter, peran Perawat di lingkup kesehatan Harus dipertegas dan tidak abu2 mulai dari peran sebagai  pemberi layanan kesehatan, Usaha dalam peningkatan profesionalisme keilmuan sampai hal terkecil apapun, jadi butuh payung (Undang-undang) yang dapat membawa Perawat Indonesia ke arah yang lebih baik, cara berpikir yang dianggap Mitra “merebut lahannya” harus diluruskan,  tidak ada ketakutan dengan datangnya  perawat dari luar negeri karena perawat indonesia lebih kenal “rumahnya”, dan tidak perlu perawat harus menggantikan posisinya sebagai dokter, atau apa saja dengan melanjutkan ke Fakultas Kedokteran karena Keilmuan Profesi Perawat  berbeda dengan keilmuan yang lain, dan jika terjun Ke lapangan Pelayanan Kesehatan akan siap menjadi Mitra baik dokter atau profesi apapun.

Dengan adanya UU Keperawatan yang memayungi perawat Indonesia Insya Allah Perawat Indonesia  lebih profesional dalam mengambil keputusan, Mitra yang saling mendukung dengan Profesi apapun dan dengan tujuan Pelayanan Kesehatan di Negeri ini akan lebih baik, jadi hal yang wajar jika apa yang diperjuangkan kami dan apa yang di maui kami adalah suatu keharusan dengan satu komitmen  “UNDANG-UNDANG  KEPERAWATAN HARUS DISAHKAN”.

Saya ingat dengan salah satu Senior dokter yang mengatakan dengan Yuniornya ” Saya tahu anda adalah ksatria yang baru turun dari Gunung, tapi ingat dibawah sana ada Pendekar yang lebih tahu kondisi medan untuk berperang ini, maka bermitralah dengan mereka dan mereka juga akan siap menjadi mitra jika kita sama-sama berniat untuk memperjuangkan negeri bebas dari segala Macam Penyakit”, mari kita berpikir lebih jernih.

Posting ini adalah jawaban kami sebagai mitra dokter dari tulisan dr. handri. Terimakasih

14 Comments

  1. Waalaikum salam,
    sebenarnya saya ada debat rally dengan dr.handri yg kesan saya sangat tendensius dan sempat memicu ketegangan di facebook.com. Kapan2 saya carikan arsip mailnya, mudah2an saya belum hapus.
    Sampai saat ini saya masih terus berfikir dan selalu bertanya2 dalam hati, apa bener dokter mampu melakukan segalanya dan bisa membuka Klinik tanpa perawat? apa semua dokter sudah kompeten dan mahir dalam tindakan2 urgent dan kondisi yg mengancam jiwa, sungguh sangat arogan kalau jawabanya adalah ‘IYA’.
    Tulisan dr.handri telah menuai badai dari teman2 sejawat dan bahkan dari profesi dokter sendiri, tapi gitulah karena dasarnya orang arogan yah gak mau juga mengakui kelemahan dan kesalahan yg dilakukan, dia sudah terlanjur men’judge’ profesi kita sebagai profesi kelas II atau kelas III dalam stratifikasi pelayan dibidang kesehatan.
    Jikalau jalan persuasif dan diplomasi tidak membuahkan hasil kita akan lakukan aksi yang lebih radikal, yaitu demonstrasi atau mogok nasional, tapi hal ini tentu dengan pertimbangan pelayanan pada unit2 tertentu tdk boleh dihentikan, dan semua dibawah kendali organisasi profesi PPNI sebagai wadah kita bersama.
    Dalam perjuangan selalu dibutuhkan pengorbanan, semoga pengorbanan teman sejawat kita pada generasi sekarang dapat dinikmati oleh teman sejawat di generasi yang akan datang.
    Salam sejawat,
    http://www.ruslanpinrang.blogspot.com

  2. ada baiknya dokter dan perawat duduk bersama dalam masalah ini. jelas sifatnya simbiosis mutualisme.

  3. Problogkator says:

    Yang penting diselesaikan secara damai dan kepala dingin demi kebaikan bersama.
    Salam kenal.

  4. manguju says:

    salam ppni babar

    sukses ppni babar, benar adanya dalam hal pelayanan kesehatan masyarakat adalah suatu kerjasama tim yang saling berjuang usaha untuk bagaimana masyarakat merasa terbantu, kita semua harus ikhlas, apa yang yang dapat kita bantukan kepada masyarakat, sehingga hidup kita akan berguna bagi orang lain.

    manguju

  5. sutrisno_585 says:

    SARAN SAYA BILA MAU BEGINI AJA. SALING KETERBUKAAN ADALAH SESUATU YANG BERMANFAAT APALAGI DOKTER DAN PERAWAT SALING DUDUK BERSAMA MENYELESAIKAN HAL YANG MUALAI TERKECIL HINGGA YANG TERBESAR AGAR TIDAK ADA WAS WASANGKA YANGT IDAK-TIDAK

  6. trihardani says:

    salam ppni babar.
    dengan penuh itikad baik, steril dari kesombongan dan saling membutuhkan. semua bisa diselesaikan dengan baik

  7. FERNANDO says:


    PillSpot.org. Canadian Health&Care.Special Internet Prices.No prescription online pharmacy.Best quality drugs. No prescription drugs. Buy drugs online

    Buy:Acomplia.Aricept.Lasix.Female Pink Viagra.Buspar.Prozac.Benicar.Advair.Ventolin.Zetia.Nymphomax.Amoxicillin.Wellbutrin SR.Zocor.SleepWell.Lipitor.Seroquel.Lipothin.Female Cialis.Cozaar….

  8. ALEJANDRO says:


    Pillspot.org. Canadian Health&Care.No prescription online pharmacy.Best quality drugs.Special Internet Prices. Online Pharmacy. Buy drugs online

    Buy:Lipothin.SleepWell.Amoxicillin.Prozac.Aricept.Zetia.Advair.Buspar.Female Cialis.Lasix.Zocor.Benicar.Lipitor.Female Pink Viagra.Nymphomax.Cozaar.Acomplia.Seroquel.Wellbutrin SR.Ventolin….

  9. arsulsani says:

    salam kenal balik, semoga pelayanan kesehatan untuk indonesia akan lebih baik

Leave a Reply